Bagaimana orang yang bersumpah palsu ?
Sumpah di dalam bahasa Arab dikenal dengan lafaz halafa yang berarti mulazamah (keharusan), maksudnya apabila manusia telah bersumpah berarti dia telah mengharuskan dirinya untuk melaksanakan sumpahnya itu. namun terkadang ada beberapa orang yang melakukan sumpah palsu. berikut dalil-dalil larangan sumpah palsu :
اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَاَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا اُولٰۤىِٕكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. Q.S Al Imron no 77
orang orang yang menggunakan perjanjian atas nama Allah dan menggunakan sumpah-sumpah untuk mendapat harta itu di akhirat nanti, mereka akan mendapat adzab yang pedih
adapun dalam sebuah hadis dari ʻAbdullah bin
Amru yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:
حَدَّثـَنَا محَُمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبـَرَنَا النَّضْرُ أَخْبـَرَنَا شُعْبَةُ حَدَّثـَنَا فِرَاسٌ قَالَ سمَِعْتُ الشَّعْبيِ َّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
عَمْرٍو عَنْ النَّبيِِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَ يْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَبَائِرُ الإِْشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقـَتْلُ النـَّفْسِ وَالْيَمِينُ
١٢ الْغَمُوسُ .(رواه البخاري، الترمذى، النسائى)
Artinya:
Muhammad bin Muqatil menceritakan kepada kami, al-Nadr menceritakan kepada kami, Syuʻbah menceritakan kepada kami, Firas menceritakan kepada kami berkata, aku mendengar Syaʻbi, dari Abdulla>h bin Amru, dari Nabi saw. bersabda: dosa-dosa besar itu adalah mempersekutukan Allah swt, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan sumpah palsu. (H.R. al- Bukhari)