Bolehkah kita memukul tabuh atau sebagainya untuk memberi tau kepada anggauta-anggauta dari kumpulan yang si mati masuk padanya, supaya mereka hadiir dan mengurus maiyit itu sebagaimana mustinya ?
Di dalam Hadiets-hadiets ada larangan buat kita menyiar-nyiarkan khabar kematian sebagaimana diperbuat oleh kaum Jahiliyah, yaitu mereka kirim utusan ke desa-desa beri tau kematian seseorang.
Di zaman Nabi ada kejadian hal beri tahu kematian seseorang daripada kaum Muslimin, maupun di kota ataupun di padang peperangan. Dari yang tersebut, kita faham, bahwa semata-mata memberi tau itu tidak terlarang, tetapi yang terlarang, ialah memberi tau kepada orang-orang yang tidak perlu tau, atau memberi tau dengan maksud supaya tersiar khabar kematian itu.
Adapun memberi tau kepada orang-orang yang jadi ketua, atau kepada Sahabat-sahabat yang akan mengurus itu tidak jadi larangan karena dizaman Nabi, orang-orang yang mati dipadang peperangan disampaikan khabar kepada Nabi, dan waktu Nabi meninggal shahabat-shahabat Nabi yang dekat-dekat dan yang berpengaruh diberi tau.
Ringkasnya, pada pandangan kami, tidak terlarang kalau pemberian tau itu, ada dengan maksud buat diurus. Adapun yang memberi tau dengan tabuh dan ketok-ketok itu kelihatan hampir sama dengan penyiaran khabar yang dikerjakan oleh kaum Jahiliyah dengan mengirim orang ke desa-desa dan ketempat-tempat yang jauh.
Oleh sebab itu sungguhpun ta' berani kami mengharamkan, tetapi ada lebih selamat kalau diberi tau dengan mulut saja kepada saudara-saudara yang seperlunya, dan tidak jadi salah kalau orang-orang yang mendengar khabar itu pula menyampaikan kepada saudara yang lain.
A.H.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar